PT Soho Global Health Tbk (SOHO) adalah salah satu perusahaan farmasi dan kesehatan terbesar di Indonesia dengan sejarah lebih dari 70 tahun. Perusahaan ini dikenal sebagai pionir dalam produk natural dan herbal, sekaligus pemilik sejumlah merek ikonik yang sudah akrab di masyarakat, seperti Imboost, Curcuma Plus, Fitkom, dan Diapet.
Didukung lebih dari 2.400 karyawan, Soho Global Health memiliki jangkauan distribusi yang luas—sekitar 95% rumah sakit di Indonesia, lebih dari 41.000 outlet, dan akses ke 90% dokter yang ditargetkan. Hal ini menjadikan SOHO sebagai emiten dengan ekosistem bisnis kesehatan yang terintegrasi dari produksi, pemasaran, hingga distribusi.
Sejarah dan Perjalanan Bisnis
Awalnya dikenal dengan nama NV. Soho Pharmaceutische Industrie en Handel Maatschappij pada 1951, perusahaan ini berkembang pesat menjadi grup kesehatan terkemuka nasional. Fokusnya adalah menghadirkan obat herbal modern serta produk farmasi berbasis riset.
Seiring waktu, SOHO memperkuat bisnisnya lewat berbagai lini usaha:
- Produk Profesional (OTX/OTC) – obat herbal yang diresepkan melalui tenaga medis.
- Produk Kesehatan Konsumen (Consumer Health) – suplemen, multivitamin, hingga obat tradisional yang langsung dipasarkan ke konsumen.
- Distribusi – melalui anak usaha PT Parit Padang Global, menyalurkan produk Soho dan lebih dari 50 prinsipal lain.
- Bisnis Strategis Lain – termasuk kontrak manufaktur, MLM, serta ekspansi farmasi internasional.
Portofolio Produk Unggulan
SOHO memiliki lebih dari 30 merek yang sudah menguasai pasar. Tiga di antaranya menjadi market leader nasional:
- Imboost – suplemen imun yang sejak pandemi menjadi salah satu merek kesehatan paling bernilai dan tumbuh tercepat di Indonesia.
- Curcuma Plus – multivitamin anak berbasis kunyit.
- Diapet – obat herbal untuk diare.
Selain itu, lini produk berbasis Curcuma (Curcuma Force, Biocurliv, Biocurlam) menjadi kontributor terbesar kedua portofolio, menunjukkan fokus SOHO pada inovasi berbasis bahan alami.
Kinerja SOHO: Emiten Bertumbuh dengan Profitabilitas Tinggi, Namun Valuasi Sudah Premium
PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menampilkan profil sebagai emiten consumer healthcare berorientasi pertumbuhan, dengan kinerja operasional yang efisien dan profitabilitas di atas rata-rata sektor. Namun, capaian fundamental tersebut telah tercermin cukup agresif dalam valuasi sahamnya saat ini.
Dari sisi valuasi, SOHO diperdagangkan pada PE ratio TTM 33,24 kali, jauh di atas median PE IHSG yang berada di kisaran 8,96 kali. Earnings yield hanya 3,01%, menandakan investor membayar harga tinggi untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan. Rasio berbasis aset dan arus kas juga mencerminkan valuasi premium, dengan PBV 6,55 kali, Price to Cash Flow 23,32 kali, serta Price to Free Cash Flow 24,93 kali. Bahkan secara enterprise value, EV/EBITDA berada di level 25 kali, menempatkan SOHO sebagai salah satu saham dengan valuasi paling mahal di sektornya.
Meski demikian, valuasi tinggi tersebut ditopang oleh kualitas kinerja yang solid. Secara TTM, SOHO mencatatkan pendapatan Rp10,51 triliun dengan laba bersih Rp561 miliar, tumbuh signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pertumbuhan kuartalan juga masih terjaga, tercermin dari kenaikan laba bersih YoY sebesar 29,24%, sementara pendapatan tumbuh lebih moderat di 6,41% YoY. Ini mengindikasikan perbaikan efisiensi dan leverage operasional, bukan sekadar ekspansi penjualan.
Profitabilitas menjadi salah satu kekuatan utama SOHO. Perusahaan membukukan ROE 19,72%, ROIC 18,86%, dan ROCE 22,45%, level yang sangat kompetitif untuk emiten farmasi dan consumer goods. Net profit margin kuartalan berada di 5,43%, relatif sehat untuk bisnis distribusi dan produk kesehatan yang bersifat volume-driven.
Dari sisi neraca, SOHO berada pada posisi keuangan yang aman. Perusahaan mencatatkan net cash Rp917 miliar tanpa utang berbunga, dengan current ratio 1,80 dan quick ratio 1,29. Altman Z-Score 4,90 menunjukkan risiko kebangkrutan yang rendah, meski struktur modal relatif lebih agresif dibanding emiten defensif murni, tercermin dari total liabilities terhadap ekuitas sebesar 1,11 kali.
Efisiensi operasional juga terjaga dengan baik. Cash conversion cycle 30 hari menunjukkan pengelolaan modal kerja yang disiplin, meski periode penagihan piutang (DSO) relatif panjang di 68 hari, yang merupakan karakteristik umum industri distribusi farmasi. Tingkat perputaran aset yang tinggi (asset turnover 1,83) mengindikasikan optimalisasi aset yang efektif untuk menghasilkan pendapatan.
Bagi investor dividen, SOHO menawarkan imbal hasil yang moderat. Dividend yield TTM 2,24% dengan payout ratio 71,6% mencerminkan orientasi manajemen pada pembagian laba, meski ruang kenaikan dividen ke depan relatif terbatas tanpa akselerasi pertumbuhan laba. Riwayat dividen menunjukkan fluktuasi nominal, dengan beberapa tahun payout ratio yang agresif, bahkan melampaui laba bersih.
Secara keseluruhan, SOHO adalah emiten berkualitas tinggi dengan profitabilitas dan pertumbuhan laba yang kuat, namun valuasi sahamnya sudah mencerminkan optimisme yang besar. Dengan Relative Strength Rating 83%, saham ini lebih cocok dipandang sebagai growth stock premium. Bagi investor konservatif dan pencari margin of safety, harga saat ini menuntut kehati-hatian. Sementara bagi investor yang percaya pada tren jangka panjang sektor kesehatan dan kemampuan SOHO menjaga pertumbuhan laba dua digit, saham ini tetap menarik—meski dengan ekspektasi return yang lebih selektif.
Tata Kelola dan Kepemimpinan
- Dewan Direksi
Sebagai Presiden Direktur, Ery Yunasri, S.H., LL.M. memimpin arah strategis dan operasional SOHO. Dengan latar belakang hukum dan pengalaman manajerial, peran Presiden Direktur menjadi kunci dalam memastikan ekspansi bisnis tetap sejalan dengan tata kelola, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan usaha di sektor kesehatan.
Dewan Direksi diperkuat oleh jajaran direktur dengan kompetensi lintas fungsi. Piero Brambati dan Lim Chern Han berperan dalam penguatan strategi bisnis dan pengembangan korporasi, termasuk pengelolaan jaringan distribusi dan kemitraan. Yuliana dan Richard Kidarsa berkontribusi pada aspek keuangan, operasional, serta efektivitas rantai pasok, yang menjadi tulang punggung bisnis consumer healthcare SOHO. Sementara itu, Pandy Harianto melengkapi Direksi dengan perspektif manajemen dan eksekusi operasional, khususnya dalam menjaga efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.
- Dewan Komisaris
Fungsi pengawasan strategis dijalankan oleh Eng Liang Tan selaku Presiden Komisaris, yang bertugas memastikan kinerja Direksi berjalan sejalan dengan kepentingan pemegang saham dan visi jangka panjang perusahaan.
Peran independensi dalam pengawasan diperkuat oleh Harry Salam sebagai Komisaris Independen, yang menjadi elemen penting dalam menjaga objektivitas, transparansi, serta perlindungan kepentingan pemegang saham minoritas. Adapun Andy Nugroho Purwohardono sebagai Komisaris turut berperan dalam memberikan arahan strategis dan pengawasan terhadap kebijakan manajemen.
Strategi dan Prospek
SOHO masuk 2025 dengan fundamental yang kuat. Beberapa pilar strateginya adalah:
- Memperkuat merek utama (Imboost, Curcuma, Fitkom).
- Inovasi pipeline produk baru berbasis herbal.
- Ekspansi distribusi di dalam negeri dan internasional.
- Transformasi digital di rantai pasok dan pemasaran.
- Creating Shared Value (CSV) – menciptakan nilai tidak hanya untuk pemegang saham, tapi juga masyarakat.
Dengan tren kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat, pasar suplemen herbal dan farmasi diproyeksikan tumbuh signifikan. Posisi SOHO sebagai pionir herbal memberi keunggulan kompetitif jangka panjang.
PT Soho Global Health Tbk adalah emiten farmasi dan kesehatan berbasis herbal terkemuka di Indonesia. Dengan portofolio produk unggulan, jaringan distribusi luas, dan kinerja keuangan stabil, SOHO memiliki prospek menarik di sektor kesehatan.
Namun, investor perlu memperhatikan risiko likuiditas saham yang rendah serta persaingan ketat dengan emiten farmasi besar seperti Kalbe Farma (KLBF) dan Tempo Scan Pacific (TSPC).
Bagi investor jangka panjang yang ingin eksposur ke sektor kesehatan, saham SOHO layak masuk radar sebagai pilihan portofolio.
0 Komentar