Ticker

4/recent/ticker-posts

Lampu Hijau Kredit BMRI: Targetkan Pertumbuhan di Atas Industri pada 2026

Daftar Isi [Tampilkan]

Receh.in— PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) kembali membuktikan taringnya sebagai pemimpin pasar. Dalam paparan kinerja tahun 2025 yang dirilis Kamis (5/2/2026), bank berlogo pita emas ini mencatatkan pertumbuhan kredit bank only sebesar 14,2% (YoY) mencapai Rp1.497 triliun.

Angka ini sangat impresif karena berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang hanya berkisar di angka 9,69%.

 

Pendorong Utama: Sinergi Wholesale dan Retail

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi, menegaskan bahwa pada tahun 2026, BMRI tetap membidik pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri. Strategi utamanya adalah mengandalkan Portfolio Mix yang optimal antara segmen wholesale (perusahaan besar) dan retail.

Fokus penyaluran kredit BMRI akan diarahkan pada sektor-sektor yang dianggap paling tangguh (resilient), antara lain:

  • Industri Pengolahan Manufaktur: Mendukung hilirisasi dan produksi dalam negeri.
  • Infrastruktur dan Energi: Menangkap peluang proyek strategis nasional.
  • UMKM: Memperluas akses permodalan secara selektif dan terukur.

 

Digitalisasi: Bukan Sekadar Tren, Tapi Mesin Uang

Kekuatan BMRI dalam menyalurkan kredit tidak lepas dari ekosistem digitalnya yang kian matang. Transformasi digital menjadi "oli" yang mempercepat distribusi modal melalui tiga platform utama:

  1. Livin' by Mandiri: Menjangkau nasabah ritel secara masif.
  2. Kopra by Mandiri: Solusi komprehensif untuk nasabah korporat/wholesale.
  3. Livin' Merchant: Strategi baru untuk merangkul pelaku UMKM agar masuk ke ekosistem keuangan formal.

 

Analisis Receh.in: BMRI di Tengah Isu MSCI

Di tengah isu transparansi yang sempat menggoyang bursa (isu MSCI), saham BMRI tetap menjadi pilihan utama investor institusi dan asing. Mengapa? Karena Mandiri memiliki aset yang sangat likuid dan struktur kepemilikan yang jelas sebagai bank BUMN, sehingga profil investabilitasnya tetap tinggi.

Pertumbuhan kredit sebesar 14,2% menunjukkan bahwa daya beli dan roda ekonomi di level nasabah korporat Mandiri masih sangat aktif. Bagi investor, angka ini adalah indikator bahwa Net Interest Income (NII) Mandiri berpotensi tetap tebal di tahun 2026, yang biasanya diikuti oleh pembagian dividen yang menarik. 

Saran Strategi: Pantau rilis laporan keuangan lengkap (Audit) untuk melihat rasio NPL (Kredit Bermasalah). Selama pertumbuhan kredit yang agresif ini dibarengi dengan NPL yang terjaga di bawah 2%, BMRI tetap menjadi saham Core Holding yang sangat layak dikoleksi.

 

Posting Komentar

0 Komentar