Ticker

4/recent/ticker-posts

Prajogo Pangestu Terus Borong CUAN! Kepemilikan Kini Tembus 84% di Tengah Badai MSCI

Daftar Isi [Tampilkan]

Receh.in— Di saat indeks MSCI sedang menyoroti ketatnya struktur kepemilikan saham di Indonesia, orang terkaya di tanah air, Prajogo Pangestu, justru semakin memperkokoh cengkeramannya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).

Berdasarkan data BEI per akhir Januari 2026, Prajogo terpantau menambah koleksinya menjadi 94,53 miliar lembar saham atau setara dengan 84,088%. Langkah ini menarik perhatian karena CUAN merupakan salah satu emiten dengan free float (saham publik) yang relatif kecil, sebuah isu yang belakangan menjadi alasan MSCI membekukan indeks Indonesia.

 

Gebrakan Proyek Rp10 Triliun di Halmahera

Seolah tidak terganggu dengan dinamika bursa, CUAN langsung tancap gas di sektor riil. Melalui entitas usahanya, PT Guna Darma Integra (GDI), CUAN resmi melakukan groundbreaking pembangunan pembangkit listrik jumbo berkapasitas 680 MW di Halmahera Timur pada Rabu (4/2/2026).

Proyek yang diperkirakan menelan investasi US$600 juta (sekitar Rp10 triliun) ini memiliki nilai strategis:

  • Dukung Ekosistem EV: Pembangkit ini akan menyuplai energi untuk kawasan industri nikel terintegrasi Feni Haltim (FHT).
  • Hilirisasi Mineral: Menjadi bagian dari rantai pasok pusat industri baterai kendaraan listrik nasional.
  • Diversifikasi Bisnis: Mempertebal portofolio CUAN di luar pertambangan batu bara murni menuju penyedia infrastruktur energi.

 

Kinerja Keuangan: Pendapatan Naik, Laba Tergerus

Meskipun ekspansif, laporan keuangan CUAN per September 2025 menunjukkan tantangan pada sisi profitabilitas. Berikut poin-poin pentingnya:

  • Pendapatan Melejit: Naik 45,88% (YoY) menjadi US$796,62 juta. Kontribusi besar datang dari penjualan batu bara dan jasa konstruksi.
  • Laba Bersih Merosot: Turun tajam 46,95% (YoY) menjadi US$16,14 juta.
  • Penyebab: Beban pokok pendapatan melonjak 62,96%, ditambah dengan kenaikan beban keuangan (bunga utang) mencapai US$63,25 juta seiring dengan penambahan fasilitas utang bank dan obligasi untuk membiayai aset tetap (peralatan tambang).

 

Analisis Receh.in: Dilema Konsentrasi vs Ekspansi

Aksi Prajogo yang terus menambah muatan di CUAN menunjukkan keyakinan tinggi pada nilai jangka panjang perusahaan. Namun, bagi investor ritel, ada dua sisi mata uang yang harus diperhatikan:

  1. Sisi Positif: Proyek pembangkit listrik 680 MW akan menjadi mesin uang baru (recurring income) yang stabil bagi CUAN di masa depan, mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga batu bara.
  2. Sisi Risiko: Kepemilikan yang sangat terkonsentrasi (84%+) membuat saham ini sulit untuk "naik kelas" di indeks global seperti MSCI dalam waktu dekat, karena tidak memenuhi standar free float yang diminta investor asing. Selain itu, lonjakan utang untuk ekspansi akan membayangi margin laba bersih dalam jangka pendek.

Posting Komentar

0 Komentar