Daftar IsiTampilkan


PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)
telah berada di industri pengelolaan investasi Indonesia sejak 1996. Tiga dekade kemudian, perusahaan ini bukan hanya bertahan melewati berbagai siklus krisis, tetapi berkembang menjadi salah satu pemain terbesar dengan jutaan investor, bisnis reksa dana dan institusi, serta jaringan investasi global Manulife.

Data produk terbaru memberi gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya dikelola MAMI. Dalam dataset Pasardana yang diberikan kepada Receh.in, terdapat 52 kelas produk berdenominasi rupiah dengan AUM gabungan sekitar Rp54,06 triliun serta 18 kelas produk dolar AS dengan AUM sekitar US$806,76 juta. Di portofolio rupiah, lebih dari separuh dana berada pada kategori pendapatan tetap. Produk terbesarnya, Manulife Obligasi Unggulan Kelas A, sendiri mengelola Rp11,39 triliun.

3 Poin Penting

  • Tiga dekade di Indonesia: MAMI hadir sejak 1996 dan kini menjadi bagian dari jaringan Manulife Wealth & Asset Management, dengan bisnis yang melayani investor ritel maupun institusi.
  • Pendapatan tetap menjadi tulang punggung produk rupiah: dari Rp54,06 triliun AUM pada 52 kelas produk rupiah dalam data Pasardana, sekitar Rp30,60 triliun atau 56,6% berada pada kategori pendapatan tetap.
  • Bisnisnya tidak berhenti di Indonesia: 18 kelas produk dolar AS dalam dataset mengelola sekitar US$806,76 juta, dengan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS menjadi yang terbesar sebesar US$364,19 juta.
1996 Mulai Hadir di Indonesia
Rp54,06 T AUM 52 Kelas Produk IDR*
US$806,76 Jt AUM 18 Kelas Produk USD*
Rp11,39 T Manulife Obligasi Unggulan A

*Perhitungan Receh.in berdasarkan seluruh baris produk dalam data Pasardana yang tersedia. Setiap kelas unit dihitung terpisah sesuai pencatatan sumber, sehingga jumlah kelas produk tidak sama dengan jumlah skema reksa dana unik.

1. Siapa Manulife Aset Manajemen Indonesia?

Manulife Aset Manajemen Indonesia merupakan perusahaan manajemen investasi yang mulai hadir di Indonesia pada 1996. Perusahaan memperoleh izin sebagai Manajer Investasi berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-07/PM/MI/1997 tanggal 21 Agustus 1997.

Dalam perjalanannya, bisnis MAMI berkembang melampaui reksa dana ritel. Perusahaan juga menangani pengelolaan dana investor institusi melalui skema seperti Kontrak Pengelolaan Dana atau KPD dan layanan investasi lainnya.

Usianya membuat MAMI telah melewati hampir seluruh episode besar pasar modal modern Indonesia: krisis Asia 1997–1998, krisis finansial global 2008, taper tantrum, pandemi Covid-19, hingga siklus pengetatan suku bunga global setelah pandemi.

Namun pengalaman panjang bukan jaminan setiap reksa dana yang dikelola akan selalu unggul. Bagi investor, usia perusahaan lebih tepat dibaca sebagai salah satu indikator stabilitas organisasi dan pengalaman menghadapi berbagai kondisi pasar.

2. Siapa Pemilik MAMI?

MAMI merupakan bagian dari Manulife Wealth & Asset Management, bisnis pengelolaan kekayaan dan investasi dalam kelompok Manulife.

Pada tingkat global, Manulife Financial Corporation merupakan kelompok jasa keuangan asal Kanada dengan bisnis asuransi, wealth management, dan pengelolaan aset di berbagai negara.

Keterhubungan tersebut memberi MAMI akses terhadap kemampuan riset dan investasi yang lebih luas daripada pasar Indonesia saja. Jaringan global Manulife memiliki kapabilitas mulai dari saham dan obligasi hingga multi-asset serta berbagai strategi global.

Catatan soal Kepemilikan:
Informasi perusahaan menempatkan MAMI sebagai bagian dari Manulife Wealth & Asset Management di dalam Manulife Group. Namun materi publik yang digunakan dalam artikel ini tidak menyediakan tabel persentase pemegang saham langsung MAMI. Karena itu, Receh.in tidak menambahkan angka kepemilikan yang tidak didukung sumber.

3. Siapa yang Memimpin Manulife Aset Manajemen Indonesia?

MAMI dipimpin Afifa sebagai CEO & President Director. Ia bergabung dengan MAMI pada 2011 melalui jalur institutional sales sebelum tanggung jawabnya berkembang ke distribusi dan kemudian pucuk pimpinan perusahaan.

Sebelum bergabung dengan Manulife, Afifa memiliki pengalaman di Bahana Securities dan DBS Vickers Indonesia. Latar tersebut membuat kariernya banyak bersentuhan dengan investor institusi dan distribusi produk investasi.

Jajaran direksi juga mencakup Justitia Tripurwasani dan Ezra Nazula dengan spesialisasi yang berbeda.

Nama Jabatan Fokus Utama
Afifa CEO & President Director Strategi bisnis, distribusi dan institusi
Justitia Tripurwasani Director & Chief Legal, Risk and Compliance Officer Legal, risiko dan kepatuhan
Ezra Nazula Director & Chief Investment Officer, Fixed Income Investasi dan pendapatan tetap

Justitia memiliki pengalaman panjang pada bidang hukum, audit, regulasi dan kepatuhan, termasuk pengalaman sebelumnya di Bapepam & LK serta Bursa Efek Indonesia.

Sementara Ezra Nazula memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri investasi dengan spesialisasi yang kuat pada fixed income. Keberadaannya relevan karena, sebagaimana terlihat dari data produk MAMI, obligasi merupakan kelas aset terbesar dalam bisnis reksa dana rupiah perusahaan.

4. Komisaris dan Pengawasan Produk Syariah

Di jajaran pengawasan terdapat Fabio Fontainha dan ekonom senior M. Fauzi M. Ichsan sebagai Komisaris Independen.

Fauzi dikenal luas dalam industri keuangan Indonesia. Ia pernah menjabat Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan dan sebelumnya lama berkarier di Standard Chartered.

MAMI juga memiliki struktur Dewan Pengawas Syariah untuk mengawasi lini investasi berbasis prinsip syariah. Hal ini semakin relevan karena produk syariah perusahaan tidak lagi terbatas pada pasar uang atau sukuk domestik, tetapi sudah menjangkau saham Asia dan pasar global.

Salah satu nama yang ditampilkan perusahaan dalam struktur tersebut adalah Mohammad Bagus Teguh Perwira sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah.

5. Berapa Sebenarnya Dana Kelolaan MAMI?

Angka dana kelolaan Manulife dapat berbeda cukup jauh tergantung cakupan data yang digunakan.

MAMI sebelumnya menyebut total AUM sekitar Rp124 triliun per Maret 2026. Angka tersebut mencakup bisnis pengelolaan investasi yang lebih luas, bukan hanya reksa dana rupiah.

Sementara dalam pemeringkatan manajer investasi terbesar berdasarkan data reksa dana per akhir Juli 2026, MAMI tercatat sekitar Rp54,49 triliun.

Data produk Pasardana yang kini tersedia memberikan cross-check dari bawah ke atas. Jika seluruh 52 kelas produk rupiah pada tabel dijumlahkan, AUM-nya sekitar Rp54,06 triliun.

Data Nilai Cakupan
Total AUM MAMI Mar 2026 ~Rp124 T Bisnis pengelolaan investasi secara lebih luas
AUM Ranking Jul 2026 Rp54,49 T Dataset reksa dana yang digunakan dalam ranking Receh.in
52 Kelas IDR Pasardana ~Rp54,06 T Penjumlahan produk rupiah dalam data yang tersedia
18 Kelas USD Pasardana ~US$806,76 juta Produk berdenominasi dolar AS

Selisih antara Rp54,49 triliun dan hasil penjumlahan sekitar Rp54,06 triliun mencapai sekitar Rp429 miliar atau kurang dari 1%. Karena snapshot, cakupan kelas produk, dan metodologi data dapat berbeda, Receh.in tidak memaksakan kedua angka tersebut menjadi identik.

Jangan Salah Membaca AUM:
Angka Rp124 triliun dan Rp54 triliun tidak menunjukkan MAMI kehilangan sekitar Rp70 triliun. Yang dibandingkan adalah cakupan berbeda: total bisnis pengelolaan investasi versus dataset reksa dana. MAMI juga memiliki produk dolar dan mandat institusi yang tidak tercermin penuh dalam ranking reksa dana rupiah.

6. Data Pasardana Menunjukkan 70 Kelas Produk MAMI

Dataset yang tersedia memuat 52 baris kelas produk IDR dan 18 kelas USD, atau 70 entri secara keseluruhan.

Namun angka ini tidak boleh langsung disebut sebagai 70 reksa dana yang berbeda. Satu skema reksa dana dapat memiliki beberapa kelas unit dengan struktur biaya, target investor, denominasi, atau metode distribusi berbeda.

Manulife Obligasi Negara Indonesia II misalnya muncul dalam Kelas A, I1, I2, I3, D1, Income 1 dan Income 2. Manulife Obligasi Unggulan juga memiliki Kelas A, I1 dan I2.

Karena itu, menghitung setiap baris sebagai satu reksa dana unik dapat membuat jumlah produk terlihat lebih besar daripada jumlah skema reksa dana sebenarnya.

7. Lebih dari Separuh AUM Rupiah MAMI Ada di Pendapatan Tetap

Hal paling menonjol dari data terbaru adalah dominasi pendapatan tetap.

Dari AUM sekitar Rp54,06 triliun pada kelas produk rupiah yang tersedia, reksa dana pendapatan tetap menguasai sekitar Rp30,60 triliun atau 56,6%.

Produk terproteksi menjadi kelompok terbesar kedua dengan sekitar Rp10,33 triliun. Reksa dana pasar uang mengelola Rp6,43 triliun, sedangkan produk saham sekitar Rp6,24 triliun.

Kategori IDR Jumlah Kelas AUM* Porsi*
Pendapatan Tetap 18 Rp30,60 T 56,6%
Terproteksi 10 Rp10,33 T 19,1%
Pasar Uang 9 Rp6,43 T 11,9%
Saham 11 Rp6,24 T 11,5%
Campuran 4 Rp0,46 T 0,9%

*Perhitungan Receh.in dengan menjumlahkan AUM seluruh kelas unit dalam dataset IDR. Pembulatan menyebabkan total persentase dapat berbeda sangat tipis dari 100%.

Komposisi tersebut menjelaskan mengapa fixed income menjadi bagian penting dari identitas investasi MAMI. Bukan hanya dari reputasi timnya, tetapi memang dari uang yang dikelola.

8. Manulife Obligasi Unggulan Jadi Produk Terbesar

Produk dengan AUM terbesar dalam data rupiah adalah Manulife Obligasi Unggulan Kelas A dengan Rp11,39 triliun.

Nilainya setara sekitar 21,1% dari total AUM seluruh kelas rupiah dalam dataset. Dengan kata lain, sekitar satu dari setiap lima rupiah dalam data tersebut berada pada satu kelas produk ini.

Produk fixed income lain juga mendominasi peringkat teratas.

# Produk Jenis AUM Porsi dari IDR*
1 Manulife Obligasi Unggulan Kelas A Pendapatan Tetap Rp11,39 T 21,1%
2 Manulife Dana Tetap Utama Pendapatan Tetap Rp4,31 T 8,0%
3 Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas Income 2 Pendapatan Tetap Rp3,44 T 6,4%
4 Manulife Proteksi Dana Utama III Terproteksi Rp2,72 T 5,0%
5 Manulife Dana Kas II Kelas A Pasar Uang Rp2,51 T 4,6%
6 Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas Income 1 Pendapatan Tetap Rp2,49 T 4,6%
7 Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A Pendapatan Tetap Rp2,13 T 3,9%
8 Manulife Proteksi Dana Utama V Terproteksi Rp1,94 T 3,6%
9 Manulife Dana Saham Kelas A Saham Rp1,74 T 3,2%
10 Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas I2 Pendapatan Tetap Rp1,70 T 3,2%

*Porsi merupakan Perhitungan Receh.in terhadap total AUM 52 kelas rupiah sebesar sekitar Rp54,06 triliun.

Dalam peringkat reksa dana terbesar Indonesia, Manulife Obligasi Unggulan Kelas A juga berada di papan atas secara nasional.

9. Pasar Uang dan Produk Terproteksi Juga Besar

MAMI tidak hanya bergantung pada obligasi konvensional. Produk pasar uang dalam dataset mengelola sekitar Rp6,43 triliun.

Di kelompok ini, Manulife Dana Kas II Kelas A menjadi yang terbesar dengan Rp2,51 triliun, disusul Manulife Dana Kas II Kelas I3 sekitar Rp1,53 triliun serta Kelas A2 sekitar Rp1,09 triliun.

Yang juga cukup besar adalah bisnis reksa dana terproteksi. Sepuluh kelas dalam data rupiah secara gabungan memiliki AUM sekitar Rp10,33 triliun.

Manulife Proteksi Dana Utama III sendiri mencapai Rp2,72 triliun dan Manulife Proteksi Dana Utama V sekitar Rp1,94 triliun.

Jangan Samakan “Terproteksi” dengan Bebas Risiko:
Reksa dana terproteksi memiliki mekanisme dan struktur investasi yang berbeda dari deposito. Investor tetap perlu membaca prospektus, memahami periode investasi, aset dasar, mekanisme proteksi, risiko kredit, serta kondisi yang berlaku untuk memperoleh proteksi pokok.

10. Produk Saham Naik, tetapi Arus Unit Tidak Selalu Ikut Masuk

Data Pasardana juga memberikan gambaran menarik pada lini saham.

Manulife Dana Saham Kelas A mencatat AUM Rp1,74 triliun dengan perubahan AUM positif 7,60%. Namun jumlah unit penyertaannya justru turun 1,08%.

Manulife Saham Andalan mengalami pola serupa: AUM naik 7,85%, tetapi jumlah unit turun 0,64%. Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A mencatat AUM naik 7,41%, sedangkan unit turun 0,78%.

Produk Saham AUM Perubahan AUM Perubahan Unit
Manulife Dana Saham Kelas A Rp1,74 T +7,60% -1,08%
Manulife Dana Saham Utama Kelas I Rp1,41 T +9,54% 0,00%
Manulife Dana Ekuitas Utama Kelas I1 Rp1,15 T +8,76% 0,00%
Manulife Saham Andalan Rp978,32 M +7,85% -0,64%
Manulife Syariah Sektoral Amanah A Rp172,69 M +7,41% -0,78%

Pola tersebut penting karena kenaikan AUM tidak selalu berarti ada uang investor baru yang masuk. Jika NAV meningkat karena pasar saham naik sementara jumlah unit turun, kenaikan AUM lebih banyak ditopang oleh kenaikan nilai portofolio daripada penambahan unit.

Ini sejalan dengan fenomena yang sebelumnya dibahas Receh.in dalam artikel mengenai investor yang melakukan redemption ketika reksa dana saham mulai pulih.

Namun perubahan unit tidak identik sempurna dengan nominal net flow karena harga transaksi dan waktu subscription atau redemption juga memengaruhi nilai uang yang masuk dan keluar.

11. Produk Dolar MAMI Mengelola Lebih dari US$800 Juta

Bagian yang sering hilang jika investor hanya melihat ranking reksa dana rupiah adalah bisnis produk dolar.

Dari 18 kelas USD dalam data Pasardana, total AUM mencapai sekitar US$806,76 juta.

Produk terbesarnya bukan fixed income, melainkan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS dengan AUM sekitar US$364,19 juta.

Produk ini sendiri mewakili sekitar 45,1% seluruh AUM kelas USD dalam dataset.

Produk USD Jenis AUM
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS Global Syariah US$364,19 juta
Manulife Liquid Fund USD Kelas A Pasar Uang US$228,48 juta
Manulife USD Proteksi Brilian Terproteksi US$91,44 juta
Manulife USD Fixed Income Kelas A Pendapatan Tetap US$44,93 juta
Manulife Greater Indonesia Fund Saham US$24,46 juta

Jika seluruh kelas global syariah dalam dataset digabungkan, AUM-nya mencapai sekitar US$393,49 juta atau 48,8% dari total AUM produk dolar yang tersedia.

Ini menunjukkan lini syariah global bukan sekadar produk tambahan di MAMI. Dari sisi AUM dolar, justru menjadi salah satu sumber dana terbesar.

Jangan Asal Mengonversi ke Rupiah:
Receh.in sengaja mempertahankan AUM produk USD dalam dolar AS. Mengonversinya ke rupiah memerlukan tanggal kurs yang sama dengan tanggal snapshot AUM. Menggunakan kurs hari lain dapat menghasilkan total yang menyesatkan.

12. Akuisisi Schroders Membuka Babak Baru

Tahun 2026 juga menjadi salah satu titik perubahan terbesar bagi MAMI setelah Manulife Wealth & Asset Management menyelesaikan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada 2025 dan transaksi diselesaikan pada 1 April 2026 setelah terpenuhinya persyaratan penutupan, termasuk persetujuan regulator.

Schroders bukan pemain kecil. Perusahaan tersebut telah puluhan tahun berada di Indonesia dan memiliki basis dana kelolaan serta investor tersendiri.

Namun akuisisi tidak berarti AUM MAMI dan Schroders dapat langsung dijumlahkan lalu diperlakukan sebagai satu angka pada setiap dataset. Integrasi bisnis, produk, tim dan pelaporan dilakukan secara bertahap sehingga selama masa transisi keduanya masih dapat muncul sebagai entitas terpisah dalam statistik industri.

Hal ini juga menjelaskan mengapa ranking manajer investasi per Juli 2026 masih menempatkan Schroder Investment Management Indonesia secara terpisah dari MAMI.

Yang Perlu Dipantau Setelah Akuisisi:
Bagi investor, hal terpenting bukan sekadar apakah AUM Manulife bertambah. Yang lebih relevan adalah bagaimana integrasi memengaruhi tim investasi, produk yang saling tumpang tindih, biaya, proses pengelolaan portofolio, distribusi, branding dan layanan investor.

13. Bagaimana Menilai Produk Manulife?

Skala MAMI, jaringan global, serta besarnya produk pendapatan tetap memberikan perusahaan posisi kuat di industri. Namun investor tidak seharusnya berhenti pada nama Manulife.

Karakter risiko produk-produknya sangat berbeda. Manulife Dana Kas II tidak dapat dinilai dengan tolok ukur yang sama seperti Manulife Obligasi Unggulan. Demikian pula Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS memiliki risiko pasar dan mata uang yang berbeda dari reksa dana obligasi rupiah.

Yang Perlu Dicek Mengapa Penting?
Isi Portofolio Menunjukkan sumber return dan risiko sebenarnya
Benchmark Menilai apakah pengelola memberi nilai tambah
Durasi & Kredit Penting untuk reksa dana pendapatan tetap
Biaya Menggerus return bersih terutama dalam jangka panjang
AUM & Arus Unit Memberi konteks terhadap skala serta perilaku investor
Mata Uang Penting untuk produk dolar dan global
Kesesuaian Horizon Produk yang bagus sekalipun tidak cocok untuk semua tujuan

Besarnya Manulife Obligasi Unggulan, misalnya, menunjukkan kepercayaan dana dalam jumlah besar terhadap produk tersebut. Tetapi AUM Rp11,39 triliun bukan dengan sendirinya bukti bahwa produk itu menawarkan risk-adjusted return terbaik.

Begitu pula pertumbuhan AUM produk saham tidak selalu menunjukkan investor sedang masuk. Data perubahan unit menunjukkan beberapa produk saham justru kehilangan unit ketika nilai portofolionya meningkat.

Bottom Line:
Manulife Aset Manajemen Indonesia memasuki usia tiga dekade dengan posisi yang kuat di industri. Data produk memperlihatkan karakter bisnis yang lebih jelas: pendapatan tetap merupakan tulang punggung dengan AUM sekitar Rp30,60 triliun atau 56,6% dari 52 kelas produk rupiah yang tersedia; Manulife Obligasi Unggulan Kelas A menjadi produk terbesar dengan Rp11,39 triliun; sementara lini dolar mengelola setidaknya US$806,76 juta dan hampir separuhnya berada pada strategi global syariah. Akuisisi Schroders Indonesia berpotensi memperbesar skala MAMI lebih lanjut. Namun bagi investor, nama besar, penghargaan, jaringan global dan AUM tetap merupakan titik awal analisis, bukan pengganti pemeriksaan portofolio, biaya, risiko, benchmark dan kesesuaian tujuan investasi.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Manulife Aset Manajemen Indonesia?
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia atau MAMI adalah perusahaan manajemen investasi yang hadir di Indonesia sejak 1996 dan mengelola reksa dana serta berbagai solusi investasi untuk investor individu maupun institusi.
Siapa pemilik Manulife Aset Manajemen Indonesia?
MAMI merupakan bagian dari Manulife Wealth & Asset Management dalam Manulife Group. Materi publik yang digunakan artikel ini tidak menyediakan tabel persentase pemegang saham langsung MAMI sehingga Receh.in tidak menambahkan angka kepemilikan yang belum terverifikasi.
Siapa Presiden Direktur MAMI?
CEO dan President Director Manulife Aset Manajemen Indonesia adalah Afifa.
Berapa dana kelolaan MAMI?
MAMI menyebut total AUM sekitar Rp124 triliun per Maret 2026. Sementara penjumlahan 52 kelas produk rupiah dalam data Pasardana yang tersedia menghasilkan sekitar Rp54,06 triliun, ditambah 18 kelas produk USD dengan AUM sekitar US$806,76 juta. Angka-angka tersebut memiliki cakupan berbeda sehingga tidak boleh dibandingkan langsung sebagai perubahan AUM.
Apa produk reksa dana Manulife yang terbesar?
Dalam dataset rupiah yang tersedia, Manulife Obligasi Unggulan Kelas A merupakan kelas produk terbesar dengan AUM sekitar Rp11,39 triliun.
Berapa porsi reksa dana pendapatan tetap di MAMI?
Berdasarkan penjumlahan Receh.in terhadap 52 kelas produk rupiah dalam data yang tersedia, kategori pendapatan tetap memiliki AUM sekitar Rp30,60 triliun atau sekitar 56,6% dari total AUM kelas rupiah tersebut.
Apa produk dolar terbesar MAMI?
Dalam dataset USD yang tersedia, Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS menjadi yang terbesar dengan AUM sekitar US$364,19 juta.
Apakah 70 entri dalam data berarti MAMI punya 70 reksa dana?
Tidak. Dataset memuat 52 kelas produk IDR dan 18 kelas USD. Satu reksa dana dapat memiliki beberapa kelas unit, sehingga jumlah baris data tidak sama dengan jumlah skema reksa dana unik.
Apakah Manulife sudah mengakuisisi Schroders Indonesia?
Ya. Akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui Manulife diselesaikan pada 1 April 2026. Integrasinya dilakukan secara bertahap sehingga keduanya masih dapat muncul terpisah dalam sebagian data industri selama masa transisi.
Apakah MAMI yang besar berarti semua produknya bagus?
Tidak. AUM dan reputasi menunjukkan skala institusi, tetapi tidak menjamin setiap produk memberikan kinerja terbaik. Investor tetap perlu melihat portofolio, benchmark, biaya, volatilitas, risiko kredit, likuiditas dan kesesuaiannya dengan tujuan investasi.
Sumber Data: Situs resmi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dan Manulife Wealth & Asset Management untuk profil perusahaan, perizinan, sejarah, jajaran manajemen, struktur pengawasan, tata kelola dan informasi akuisisi Schroders Indonesia; serta data produk reksa dana Manulife yang dikompilasi Pasardana sebagaimana diberikan kepada Receh.in.

Data Produk Pasardana: Dataset yang digunakan memuat 52 kelas produk berdenominasi rupiah dan 18 kelas produk berdenominasi dolar AS. Setiap kelas unit dihitung sebagai entri tersendiri sesuai pencatatan sumber. Karena satu reksa dana dapat memiliki beberapa kelas unit, angka 70 entri tidak berarti terdapat 70 skema reksa dana yang berbeda.

Perhitungan Receh.in: Total AUM 52 kelas IDR sekitar Rp54,06 triliun; pendapatan tetap sekitar Rp30,60 triliun atau 56,6%; terproteksi Rp10,33 triliun atau 19,1%; pasar uang Rp6,43 triliun atau 11,9%; saham Rp6,24 triliun atau 11,5%; dan campuran sekitar Rp460,15 miliar atau 0,9%. Manulife Obligasi Unggulan Kelas A setara sekitar 21,1% dari total AUM kelas IDR.

Produk USD: Penjumlahan 18 kelas USD menghasilkan AUM sekitar US$806,76 juta. Kelas produk global syariah secara gabungan sekitar US$393,49 juta atau 48,8% dari total tersebut. Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS sendiri memiliki AUM sekitar US$364,19 juta atau sekitar 45,1% dari keseluruhan AUM USD dalam dataset.

Catatan AUM: Angka total dana kelolaan perusahaan, AUM reksa dana dalam pemeringkatan manajer investasi, penjumlahan kelas IDR dan AUM produk USD memiliki cakupan serta denominasi yang berbeda. Angka tersebut tidak dijumlahkan atau dibandingkan langsung sebagai pertumbuhan maupun penurunan tanpa menyamakan periode, mata uang dan ruang lingkup data.

Catatan Perubahan Produk: Perubahan AUM dapat berasal dari kombinasi perubahan NAV dan perubahan jumlah unit. Perubahan jumlah unit dapat memberi konteks mengenai subscription atau redemption, tetapi tidak identik sempurna dengan nominal arus dana karena transaksi terjadi pada NAV yang dapat berbeda selama periode pengukuran.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi investasi. Besarnya AUM, usia perusahaan, jaringan global, penghargaan maupun posisi suatu produk dalam ranking bukan jaminan kinerja masa depan. Investor perlu membaca prospektus dan fund fact sheet serta menyesuaikan pilihan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.