Ticker

6/recent/ticker-posts

Juli 2021, Semua Giant TUTUP

Jaringan toko swalayan Giant tampaknya bakal resmi ditutup seluruhnya. Tentu kalian sudah tahu sejumlah cabang Giant yang tutup, kan? Dan tampaknya semuanya akan segera sirna.

Padahal Giant sudah hadir di banyak daerah di Indonesia, seperti di Balikpapan, Bandar Lampung, Bandung, Banjarmasin, Bekasi, Bogor, Bojonegoro, Cilegon, Depok, Jakarta, Gresik, Karawang, Magelang, Makassar, Malang, Mataram, Palembang, Pekanbaru, hingga Surabaya.

Menurut web perusahaan, giant.co.id, sebelumnya mereka hadir di 96 wilayah dengan 100 toko/gerai dan mempekerjakan sekitar 14.000 karyawan.

Konsep Giant Ekstra adalah hipermarket dan menyasar pelanggan dengan kebutuhan skala besar, sehingga lebih mengutamakan kelengkapan produk, ketersediaan kuantitas dan harga yang ekonomis.

Lantas, kenapa akhirnya Hero Group, induk usahanya mau menutup Giant?


Berdasarkan rilis pers Selasa, 25 Mei 2021, PT Hero Supermarket Tbk. (HERO Group) mengumumkan akan fokus pada tiga brand saja, yaitu IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Alasannya, ketiganya memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

“Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global. Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” ujar Patrik Lindvall, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk.

Nah, rencananya mereka bakal menggenjot pembukaan IKEA. Targetnya, 2 tahun ke depan mereka berniat menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA di Indonesia. Selain itu, dalam 2 tahun bakal membuka 100 gerai Guardian hingga 2022.

Efeknya, lima gerai Giant bakal menjadi IKEA.

Gerai Giant lainnya, katanya, akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021, walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung.

Selain itu, PT Hero Supermarket Tbk. juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

Bagaimana nasib karyawan?

“Kami akan memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan kami yang terdampak oleh perubahan ini akan berlangsung dengan penuh empati dan rasa hormat. Kami juga akan memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis kami. Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk. dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan.” - Patrik Lindvall

HERO Group merupakan perusahaan ritel modern pertama di Indonesia yang didirikan oleh Muhammad Saleh Kurnia pada 1971 dengan toko pertama di Jalan Faletehan, Jakarta.

Jumlah Gerai (per 25 Mei 2021)

  • Hero Supermarket - 19 gerai
  • Guardian - 314 gerai
  • Giant Ekstra & Giant Ekspres - 75 gerai
  • IKEA - 2 gerai

Gerai Giant yang Sudah Tutup

CNN Indonesia mencatat, pada 2019 sebanyak 26 supermarket milik Hero Group tutup lapak. Dari angka itu, enam di antaranya merupakan gerai Giant yakni Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Nah, walau belum mempublikasikan laporan 2020, namun situs perusahaan menuliskan hingga saat ini gerai Giant kembali menyusut. Per Maret 2021, gerai Giant hanya tersisa 75 gerai, baik untuk Giant Ekstra maupun Giant Ekspres.

Sepanjang 2019 hingga Maret 2021 ada 25 gerai Giant yang ditutup.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan Kuartal I/2021 disebutkan bahwa kinerja keuangan bisnis ritel Groseri PT Hero terus terkena dampak secara signifikan oleh pandemi. 

Menurut mereka, pembatasan sosial yang ketat, larangan perjalanan domestik dan khususnya, penutupan atau pemberlakuan pembatasan-pembatasan yang ketat di pusat perbelanjaan/mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi-lokasi ini. 

Akibatnya, hal ini secara material mempengaruhi kinerja hipermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar yang merupakan penyewa utama di pusat perbelanjaan/mal dan merupakan tempat mayoritas dimana area toko-toko Giant berada.

Bahkan, pemegang sahamnya, Dairy Farm Group, mengumumkan pada 29 April 2021 tentang pemberian fasilitas pinjaman kepada Perseroan.

Adapun pada perdagangan hari ini saham HERO bergerak dengan penurunan 0,51% (Sesi I) saat IHSG mencatat kenaikan 1,13%.

HERO Selepas Giant Mati

Posting Komentar

1 Komentar

Raj Gupta mengatakan…
I agree with this information!
Algo Trading