Ticker

8/recent/ticker-posts

Daftar Saham Indeks LQ45 Update 2022

Receh.in - Indeks LQ45 adalah salah satu indeks di Bursa Efek Indonesia yang sangat populer di kalangan investor. Indeks ini terdiri dari 45 perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasarnya besar.

Indeks ini pertama kali diluncurkan pada 1 Februari 1997, dengan tanggal dasar 13 Juli 1994.

Penghitungan indeks ini sudah memakai Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted Average. Artinya, tingkat saham beredar dari anggota menjadi salah satu indikator berpengaruh pada penghitungan bobot indeks.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri memiliki rencana untuk menyeragamkan metode penghitungan indeks memakai metode tersebut. Karena LQ45 sudah menyesuaikan sejak lama, maka mereka tidak akan terpengaruh.

Selain Indeks LQ45, indeks lain yang sudah memakai metode  Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted Average adalah IDX30, IDX80, IDX Value30, IDX Growth30, dan IDX-MES BUMN 17.

Emiten yang masuk Indeks LQ45 bukan jaminan adalah perusahaan yang luar biasa bagus, ata sahamnya akan terus bertahan tinggi.

Sejumlah emiten yang pernah masuk indeks ini ada juga yang kini bernasib 'mengenaskan', a.l. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI).


Saham BUMI pernah mencapai puncak Rp8.450 per saham ada 2008 dan kini harganya Rp60 per saham. Bahkan saham ini pernah bertapa cukup lama di level Rp50 per saham.

Emiten lainnya yang masih hangat adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL). SRIL baru saja terlempar dari daftar Indeks LQ45 pada Februari 2021.

SRIL kini berstatus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), alias tengah direstrukturisasi karena bermasalah dengan pembayaran utang.

Alhasil, SRIL pun akhirnya terdepak dari sejumlah indeks lainnya yaitu indeks Kompas 100, IDX80, IDX-Value30 dan IDX-ESG Leaders.  

Kriteria Emiten yang Masuk Indeks LQ45

  1. termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir;
  2. termasuk dalam 60 perusahaan teratas dengan nilai transaksi tertinggi di pasar reguler dalam 12 bulan terakhir;
  3. telah tercatat di Bursa Efek Indonesia selama minimal 3 bulan;
  4. memiliki kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan nilai transaksi yang tinggi; serta
  5. mengalami penambahan bobot free float menjadi 100% yang sebelumnya hanya 60% dalam porsi penilaian.

Daftar Anggota Indeks LQ45 Mei-Juli 2022

No.

Kode Saham

Nama Emiten

Rasio Free Float

1

ADRO

Adaro Energy Indonesia Tbk.

43,71%

2

AMRT

Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

45,69%

3

ANTM

Aneka Tambang Tbk.

34,83%

4

ASII

Astra International Tbk.

45,08%

5

BBCA

Bank Central Asia Tbk.

42,75%

6

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

39,83%

7

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

46,73%

8

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

40,00%

9

BFIN

BFI Finance Indonesia Tbk.

47,99%

10

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.

39,89%

11

BRPT

Barito Pacific Tbk.

27,93%

12

BUKA

Bukalapak.com Tbk.

50,88%

13

CPIN

Charoen Pokphand Indonesia Tbk

40,12%

14

EMTK

Elang Mahkota Teknologi Tbk.

24,97%

15

ERAA

Erajaya Swasembada Tbk.

44,86%

16

EXCL

XL Axiata Tbk.

38,11%

17

GGRM

Gudang Garam Tbk.

16,49%

18

HMSP

H.M. Sampoerna Tbk.

7,44%

19

HRUM

Harum Energy Tbk.

17,44%

20

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

20,00%

21

INCO

Vale Indonesia Tbk.

20,29%

22

INDF

Indofood Sukses Makmur Tbk.

49,57%

23

INKP

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

34,21%

24

INTP

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

44,53%

25

ITMG

Indo Tambangraya Megah Tbk.

34,53%

26

JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

42,65%

27

KLBF

Kalbe Farma Tbk.

42,29%

28

MDKA

Merdeka Copper Gold Tbk.

49,09%

29

MEDC

Medco Energi Internasional Tbk.

25,36%

30

MIKA

Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.

35,76%

31

MNCN

Media Nusantara Citra Tbk.

54,63%

32

PGAS

Perusahaan Gas Negara Tbk.

43,04%

33

PTBA

Bukit Asam Tbk.

33,43%

34

PTPP

PP (Persero) Tbk.

48,99%

35

SMGR

Semen Indonesia (Persero) Tbk.

48,97%

36

TBIG

Tower Bersama Infrastructure Tbk.

35,21%

37

TINS

Timah Tbk.

34,96%

38

TKIM

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

28,03%

39

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

47,85%

40

TOWR

Sarana Menara Nusantara Tbk.

46,82%

41

TPIA

Chandra Asri Petrochemical Tbk.

14,90%

42

UNTR

United Tractors Tbk.

40,43%

43

UNVR

Unilever Indonesia Tbk.

14,44%

44

WIKA

Wijaya Karya (Persero) Tbk.

34,92%

45

WSKT

Waskita Karya (Persero) Tbk.

24,65%

 

Posting Komentar

0 Komentar