Ticker

6/recent/ticker-posts

Data dan Fakta IPO Perma Plasindo (BINO)



Receh.in - Produsen dan distributor alat tulis kantor dengan merek BANTEX, PT Perma Plasindo Tbk. (BINO) bersiap melepas saham ke publik lewat initial public offering (IPO).

IPO emiten dengan kode saham BINO ini dilaukan dengan melepas 20 persen saham setara 435 juta lembar. IPO BINO bisa diikuti lewat e-IPO.

Lewat aksi korporasi ini, BINO bersiap memperoleh dana segar sebanyak-banyaknya Rp63,07 miliar. Pasalnya saham yang ditawarkan dilepas dalam rentang harga Rp120-Rp145 per lembar. 

Perma Plasindo adalah perusahaan holding serta produksi dan distribusi alat tulis kantor melalui entitas anak dengan merek dagang Bantex. Produk Bantex sendiri meliputi ordner, binder, pocket, hang map, hingga display buku. 

Bersamaan dengan IPO, perusahaan juga akan menerbitkan waran sebanyak 217 juta lembar atau setara 12,5 persen. 

Waran ini memiliki periode pelaksanaan 25 Mei 2022 hingga 25 November 2024. Setiap pemegang 2 waran seri I tersebut berhak menukar dengan satu lembar saham. 

Saat prospektus diterbitkan pemegang saham BINO terdiri dari Willianto Ismadi (45 persen), PT Intan Pariwara (29 persen), Aruwan Soenardi (15 persen), Kristanto Widjaja (10 persen) dan Tang Widiastuty (1 persen). 

Setelah IPO, maka struktur pemegang saham ini berubah menjadi Willianto Ismadi (36 persen), PT Intan Pariwara (23,2 persen), Aruwan Soenardi (12 persen), Kristanto Widjaja (8 persen), Tang Widiastuty (0,8 persen) dan masyarakat 20 persen. 

Penggunaan Dana IPO

Setelah IPO terselenggara, BINO akan menggunakan lebih dari setengah dana yang terkumpul atau Rp38 miliar untuk membayar utang kepada PT Usaha Gema Jaya dan Koperasi Jasa Bintang Timur Kapital. 

Selanjutnya Rp4,5 miliar akan digunakan untuk membeli mesin oleh anak usaha, sebanyak Rp2,85 miliar akan digunakan untuk membeli dua bidang tanah di Klaten. 

Perseroan akan membangun gudang distribusi dan kantor yang akan disewakan kepada entitas anak BMS untuk ekspansi distribusi center.

Lainnya, Rp2,55 miliar diberikan pinjaman kepada anak usaha di Singapura guna mengembangkan Bantex Hybrid File Digital. 

Sisanya digunakan oleh entitas anak dalam bentuk pinjaman modal kerja dari pemegang saham. 

Skema shareholder loan juga akan digunakan untuk dana yang diperoleh dari penerbitan waran.

Prakiraan Jadwal IPO

  • Masa Penawaran Awal : 28 Oktober – 5 November 2021
  • Tanggal Efektif : 16 November 2021
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 18 – 23 November 2021
  • Tanggal Penjatahan Saham : 23 November 2021
  • Tanggal Distribusi Saham dan Waran Seri I Secara Elektronik : 24 November 2021
  • Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia : 25 November 2021

Participant Admin: Indo Capita Sekuritas (IU)

Underwriter(s)

  • Indo Capita Sekuritas (IU)
  • Phillip Sekuritas Indonesia (KK)
  • Semesta Indovest Sekuritas (MG)

Sejarah Perma Plasindo (Bino Group)

Bino didirikan pada 1986 (data website e-IPO) sebagai pabrikan dan distribusi dalam bidang peralatan kantor, memiliki lisensi untuk memproduksi peralatan kantor yang bermutu tinggi dengan merek Bantex.

Bantex adalah merek peralatan kantor yang sudah dikenal di Eropa. 

Mereka memiliki pabrik sendiri dan telah memberikan lisensi untuk mendistribusi dan memproduksi produk-produk mereka dengan merek Bantex kepada distributor yang berada di lebih dari 70 negara yang tersebar di enam benua, termasuk Bino di Indonesia.

Selain Bantex, Bino juga menjual peralatan kantor dengan merek lain seperti Elba, Linex, Apli, Lyra, Xyron dan beberapa merek lainnya.

Kantor dan pusat distribusi Bino seluas 25.000 meter persegi terletak di Kawasan Industri Sentul. 

Bino memiliki pabrik di 3 lokasi yaitu di Kawasan Industri Sentul, Klaten, dan Batam yang memproduksi semua produk-produk Perseroan.

Hingga saat ini Bino memiliki 12 Cabang, 6 Distributor, 9 POS dan 2 DC sebagai jaringan distribusi. 

Perseroan berencana mengembangkan Hybrid e-Filing dimana solusi ini adalah gabungan pengarsipan secara fisik dan elektronik. 

Perseroan melihat peluang yang besar pada industri hybrid electronic filling system, yang akan dikembangkan ke hybrid file digital dan file fisik yang bekerja sama dengan perusahaan di Singapura bernama Sircured Pte Ltd.

Sircured Pte Ltd mengembangkan safe deposit box digital dengan Aplikasi Vaultbox yang merupakan neraca dan folder pribadi yang terenkripsi dalam penyimpanan cloud, di mana pengguna dapat mendata aset dan kewajiban, memahami kekayaan bersih dan memonitor posisi keuangan mereka, mengunggah dokumen-dokumen penting serta menyimpan informasi kontak penting.

Di sisi lain, perseroan melalui PT Batara Indah akan melakukan peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan

Sementara itu, PT Bino Mitra Sejati sebagai entitas anak Perseroan yang mendistribusikan dan menjual seluruh produk dalam wilayah Indonesia telah menyiapkan penambahan jaringan distribusi

Keteerangan dalam website, PT Perma Plasindo Tbk didirikan pada 1992, perusahaan holding yang menaungi perusahaan di bawah BINO Group.

Group Usaha

1.    PT. Batara Indah

  • Termasuk: Bantex Malaysia Sdn. Bhd.

2.    PT Batara Indah Mulia

3.    PT Bino Mitra Sejati

4.    PT Apli Stationery

5.    PT Anugraha Karsa Solusi Industria

6.    PT Persada Bina Rekat Sejati

7.    Bino Digital Solution Pte. Ltd

BINO Group mendistribusikan merek-merek antara lain:

  • Bantex, Elba, Linex, APLI, XYRON (stationery perkantoran)
  • LYRA, GIOTTO, Milan (stationery sekolah)
  • Canson Paper, COPIC Marker, DAS (stationery fine art & craft)
  • Kertas HVS Sinar Dunia, Bola Dunia (stationery umum)
  • dan beberapa merek stationery terkenal lainnya


Posting Komentar

0 Komentar