Ticker

8/recent/ticker-posts

6 BUMN Ini Bakal Gelar Rights Issue di 2022

 


Receh.in – Penerbitan saham baru melalui skema rights issue di Bursa Efek Indonesia tampaknya bakal semarak nih, Sobat Receh. Pasalnya, pemerintah berencana menyuntik 6 BUMN yang listing di bursa.

Emiten yang bakal menggalang dana melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.(GIAA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS).

Dalam hal rights issue KRAS, pemerintah menyatakan tidak akan berpartisipasi. Alhasil, kepemilikan pemerintah di KRAS bakal terdilusi dari semula 80% menjadi 60%.

Sementara itu, untuk rights issue Semen Indonesia (SMGR) tujuannya adalah mengalihkan kepemilikan pemerintah di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. (SMBR) ke Semen Indonesia, yang menjadi holding semen.

Seteah aksi korporasi ini maka pemerintah akan mempertahankan kepemilikan sebesar 51,01% atas SMGR. Namun, untuk besarnya rights issue belum diumumkan.

Di sisi lain, emiten yang sedang megalami masalah keuangan pelik, yakni Garuda Indonesia (GIAA) bakal melaksanakan rights issue apabila telah mencapai perdamaian dalam proses restrukturisasi melalui pengadilan niaga atau PKPU.

Dalam rights issue GIAA ini rencananya akan dibagi dalam 2 tahapan. Untuk rights issue pertama, pemerintah sebagai pemegang saham akan menggelontorkan Rp7,5 triliun.

Dalam rights issue kedua yang kemungkinan digelar sekitar awal triwulan IV, bakal ada pendanaan dari investor strategis. Pemerintah sendiri akan membatasi porsi kepemilikan saham di BUMN ini pada level 51%.

Sementara dalam penyertaan modal negara (PMN) untuk Waskita Karya (WSKT), pemerintah menganggarkan Rp3 triliun yang diikuti rights issue sebesar Rp1 triliun kepada publik.

Efeknya, setelah suntikan modal dan rights issue dilakukan, porsi kepemilikan pemerintah diperkirakan sebesar 66,04% dibandingkan pada saat ini 75,35%.

Untuk Adhi Karya, PNM sebesar Rp1,89 triliun dilanjutkan dengan rights issue sebesar Rp1,6 triliun. Nantinya, kepemilikan pemerintah atas ADHI diperkirakan berada pada level yang sama dengan saat ini, yaitu 51%

Bank Tabungan  Negara juga akan mendapatkan PNM sebesar Rp2,98 triliun dan akan melakukan rights issue untuk menjaga  kepemilikan pemerintah di level 60%. Besarnya rights issue belum diumumkan.


Posting Komentar

0 Komentar