Ticker

4/recent/ticker-posts

Harga Emas Antam Melejit Rp 27.000, Tembus Rp 2,36 Juta per Gram — Berikut Rinciannya!

Daftar Isi [Tampilkan]


Receh.in
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali melonjak pada perdagangan Selasa (11/11/2025).

Berdasarkan data Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp 27.000 menjadi Rp 2.360.000 per gram, menandai reli kenaikan selama empat hari berturut-turut.

Kenaikan ini mengukuhkan tren penguatan emas dalam sepekan terakhir, setelah pada Senin (10/11) emas Antam sempat naik Rp 8.000 di pagi hari ke Rp 2.307.000 per gram, lalu berlanjut naik Rp 26.000 pada malam hari ke Rp 2.333.000. Bahkan pada Sabtu (8/11) lalu, harga juga sudah menanjak Rp 3.000 ke Rp 2.299.000 per gram.

Meski demikian, harga tersebut masih di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level Rp 2.487.000 per gram yang dicatat pada 21 Oktober 2025.

 

1. Harga Emas Antam Terbaru per Selasa (11/11/2025)

Berikut daftar lengkap harga pecahan emas batangan di laman resmi Logam Mulia Antam:

Pecahan Emas

Harga (Rp)

Kenaikan (Rp)

0,5 gram

1.230.000

+27.500

1 gram

2.360.000

+57.000

2 gram

4.660.000

+106.000

3 gram

6.965.000

+159.000

5 gram

11.575.000

+265.000

10 gram

23.095.000

+530.000

25 gram

57.616.000

+1.329.000

50 gram

115.145.000

+2.653.000

100 gram

230.212.000

+5.300.000

250 gram

575.265.000

+13.250.000

500 gram

1.150.320.000

+26.500.000

1.000 gram

2.300.600.000

+53.000.000

 

2. Harga Buyback Juga Naik Tajam

Selain harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut melesat Rp 27.000 menjadi Rp 2.225.000 per gram.
Artinya, jika Anda menjual kembali emas ke Antam hari ini, perusahaan akan membelinya di harga tersebut — belum termasuk potongan pajak sesuai aturan.

 

3. Ketentuan Pajak Pembelian & Penjualan Emas

Sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017, transaksi emas dikenai PPh 22 dengan ketentuan:

  • Pembelian emas:
    ▪ 0,45% bagi pemegang NPWP
    ▪ 0,9% bagi non-NPWP
    (disertai bukti potong PPh 22)
  • Penjualan kembali (buyback):
    ▪ 1,5% bagi pemegang NPWP
    ▪ 3% bagi non-NPWP
    (dipotong langsung dari total nilai buyback jika nominal > Rp 10 juta)

 

4. Faktor Pendorong Lonjakan Harga

Kenaikan harga emas global dan domestik didorong oleh beberapa faktor:

  1. Pelemahan dolar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada awal 2026, yang meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
  2. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur yang mendorong permintaan aset aman (safe haven).
  3. Permintaan ritel menjelang akhir tahun — banyak investor individu membeli emas batangan sebagai persiapan dana jangka panjang.

Harga emas dunia semalam tercatat di sekitar US$ 2.510 per troy ounce, naik hampir 1% dibanding pekan lalu, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

 

5. Tren Ke Depan: Apakah Emas Masih Bisa Naik?

Beberapa analis memperkirakan harga emas domestik masih berpotensi menguat hingga Rp 2,4 juta–Rp 2,45 juta per gram pada akhir November 2025, terutama bila dolar AS terus melemah dan ketidakpastian global meningkat.

Namun, investor diingatkan agar tidak mengejar harga saat di puncak. Strategi terbaik saat ini adalah accumulative buying — membeli bertahap di setiap penurunan harga untuk menurunkan rata-rata harga beli.

 

6. Kesimpulan: Rekor Semakin Dekat

Harga emas Antam hari ini menjadi sinyal bahwa sentimen bullish di pasar emas masih kuat.
Dengan harga per gram yang sudah menembus Rp 2,36 juta dan buyback di atas Rp 2,2 juta, emas kembali menjadi primadona bagi investor yang mencari kestabilan.

Bagi investor ritel, momen seperti ini bisa menjadi titik evaluasi portofolio — apakah emas masih menjadi aset lindung nilai utama di tengah inflasi, atau justru sudah saatnya melakukan diversifikasi ke instrumen lain.

Satu hal pasti: tren emas Antam kali ini menunjukkan bahwa “si kuning mengilap” belum kehilangan pesonanya.

Posting Komentar

0 Komentar