Ticker

4/recent/ticker-posts

BlackRock hingga Vanguard Borong MDKA Saat Anak Usahanya (EMAS) Siap Debut di Hong Kong

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Receh.in— Raksasa pengelola dana global tampak tidak ingin ketinggalan kereta di saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Sepanjang Januari 2026, nama-nama besar seperti BlackRock Inc. dan The Vanguard Group terpantau agresif menambah kepemilikan mereka. 

Momentum ini berbarengan dengan kabar entitas anaknya, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), yang tengah bersiap melakukan aksi korporasi langka: pencatatan saham lintas batas (dual listing) di Bursa Hong Kong.

Jika rencana IPO di Hong Kong ini terealisasi, EMAS akan menjadi salah satu perusahaan non-China yang sukses melakukan debut di pusat keuangan Asia tersebut, memanfaatkan kerja sama antara BEI dan Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. yang dijalin sejak 2023.

 

Akumulasi "Smart Money": BlackRock dan Vanguard Memimpin

Menilik data Bloomberg per 26 Januari 2026, aksi borong saham MDKA dipimpin oleh:

  • BlackRock Inc.: Menambah sekitar 13,51 juta lembar saham, membuat kepemilikannya naik menjadi 248,58 juta lembar.
  • The Vanguard Group: Menambah kepemilikan hingga total 497,58 juta lembar saham.
  • Wisdom Tree Inc.: Melakukan akumulasi masif sebanyak 23,62 juta lembar saham dalam sebulan terakhir.

Dukungan dari investor institusi ini sejalan dengan konsensus analis yang sangat optimistis. Sebanyak 27 sekuritas memberikan rekomendasi BELI untuk MDKA, dengan harga saham yang kini sudah melampaui target rata-rata dan parkir di level Rp3.460 per lembar.

 

JP Morgan Naikkan Rating ke "Overweight"

Bukan hanya karena emas, daya tarik MDKA juga terpoles oleh prospek cerah sektor nikel. JP Morgan secara resmi menaikkan rating MDKA dari Neutral menjadi Overweight. Analis Benny Kurniawan menilai disiplin pemerintah Indonesia dalam mengendalikan produksi bijih saprolit telah mendorong harga komoditas ini naik 40% tahun lalu—jauh melampaui kenaikan nikel di LME.

MDKA dinilai sebagai penerima manfaat utama karena memiliki portofolio nikel saprolit yang kaya (kadar 1,5% - 3%), yang jauh lebih mudah diekstraksi menggunakan teknologi RKEF menjadi Nickel Pig Iron (NPI).

 

Proyeksi 2026: Titik Balik Profitabilitas

Setelah melewati periode impas (break-even) pada 2025, MDKA diproyeksikan akan mengalami lonjakan kinerja yang signifikan pada 2026. Berikut adalah poin-poin kuncinya:

  • Pertumbuhan Pendapatan: Diproyeksikan naik 47,82% pada tahun 2026.
  • Laba Bersih: Setelah menderita rugi di 2025, laba bersih 2026 diramal melesat menyentuh US$111,78 juta.
  • Katalis Tambang Pani: Produksi emas dari Tambang Pani serta harga emas yang diprediksi menuju US$5.000 menjadi motor utama pertumbuhan ini.

Secara valuasi, MDKA dianggap sangat menarik karena kinerjanya tertinggal (underperform) dibanding anak usahanya, MBMA dan EMAS, dalam enam bulan terakhir. Hal ini memberikan ruang bagi MDKA untuk melakukan pengejaran harga (catch-up) seiring dengan realisasi pertumbuhan produksi.

Dengan dukungan "uang pintar" dari global dan strategi ekspansi lintas negara, MDKA kini bukan sekadar pemain lokal, melainkan emiten komoditas dengan profil internasional yang semakin kuat.

 

Posting Komentar

0 Komentar