Ticker

4/recent/ticker-posts

BCA Guyur Rp5 Triliun untuk Buyback, Upaya 'Penyelamatan' di Tengah Badai IHSG

Daftar Isi [Tampilkan]

Receh.in – Di tengah kepanikan pasar yang memicu trading halt pagi ini, raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa pembelian kembali saham atau buyback. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia yang sedang diguncang sentimen negatif global.

 

Poin Utama Aksi Buyback BCA:

  • Nilai Fantastis: BCA menyiapkan dana hingga Rp5 triliun untuk menyerap saham di pasar.
  • Tujuan Utama: Menjaga stabilitas pasar, meningkatkan kepercayaan investor, dan memberikan pengembalian optimal bagi pemegang saham.
  • Target Saham: Maksimal 10% dari modal disetor.
  • Jadwal Pelaksanaan: Selama 12 bulan, dimulai setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026.

 

Sinyal Positif di Tengah Krisis

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa aksi ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung iklim investasi yang sehat.

"Periode buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujui RUPST 12 Maret mendatang," ujar Hera dalam keterangan resminya, Kamis (29/1). Ia juga menjamin bahwa aksi ini tidak akan mengganggu permodalan bank (KPMM) dan tetap mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

 

Analisis: "Lampu Hijau" untuk Investor?

Pengumuman BCA ini muncul di saat yang sangat krusial, hanya beberapa saat setelah IHSG anjlok 8% akibat tekanan MSCI dan Goldman Sachs.

  1. Efek Psikologis: BCA sebagai saham dengan bobot terbesar di IHSG mengirimkan pesan kuat bahwa fundamental perusahaan tetap kokoh meskipun pasar sedang kacau.
  2. Menahan Outflow: Langkah ini diharapkan dapat meredam aksi jual masif investor asing dan memberikan keyakinan bagi investor ritel bahwa "raksasa" pasar masih bersedia membeli saham di harga saat ini.
  3. Penyangga Indeks: Dengan dana Rp5 triliun, BCA memiliki peluru yang cukup kuat untuk menopang harga sahamnya sendiri, yang secara otomatis akan membantu menstabilkan pergerakan IHSG.

 

Catatan Analisis: > Meskipun buyback baru dimulai secara resmi setelah Maret, pengumuman ini berfungsi sebagai "jangkar" emosional bagi pasar hari ini. Investor biasanya melihat aksi buyback oleh pemimpin pasar sebagai sinyal bahwa harga saham sudah masuk kategori "murah" atau undervalued.

 

Posting Komentar

0 Komentar