Ticker

4/recent/ticker-posts

Gempa di OJK! Mahendra Siregar Mundur, Friderica Widyasari Jadi Pejabat Pengganti

Daftar Isi [Tampilkan]

Receh.in— Gejolak di pasar modal Indonesia akibat keputusan MSCI kini merembet ke level kebijakan tertinggi. Secara mengejutkan, dua pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Mirza Adityaswara, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Sebagai langkah cepat untuk menjaga stabilitas organisasi, OJK menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) pengganti Ketua dan Wakil Ketua. Keputusan ini berlaku efektif hari ini, Sabtu (31/1/2026).

 

Perombakan Tim Pengawas Pasar Modal

Selain posisi ketua, OJK juga melakukan pergeseran strategis pada posisi pengawasan pasar. Hasan Fawzi, yang sebelumnya fokus pada inovasi teknologi dan aset kripto, ditunjuk sebagai ADK Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Langkah ini diambil melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) darurat di Jakarta pada Jumat (30/1). Fokus utama tim baru ini adalah melakukan penajaman kebijakan guna merespons krisis kepercayaan investor global yang memicu anjloknya IHSG pada pertengahan pekan lalu.

 

Hubungan Mundurnya Pimpinan dengan "Rapor Merah" MSCI

Pengunduran diri massal di pucuk pimpinan otoritas ini tidak lepas dari tekanan hebat pasca MSCI membekukan seluruh kenaikan bobot dan perpindahan segmen saham Indonesia. Kebijakan "pembekuan" tersebut dinilai pasar sebagai kegagalan otoritas dalam meyakinkan investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham (ultimate beneficial ownership).

Beberapa poin krusial yang menjadi beban pimpinan sebelumnya antara lain:

  • Risiko Investabilitas: MSCI melihat pasar Indonesia tidak transparan dan rentan terhadap perdagangan terkoordinasi yang merusak harga wajar.
  • Ancaman "Turun Kelas": Jika transparansi tidak membaik hingga Mei 2026, Indonesia terancam ditendang dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
  • Capital Outflow: Keputusan MSCI memicu aksi panic selling dan keluarnya dana asing secara masif yang membuat IHSG sempat terjerembap ke level 8.300-an.

 

Harapan Baru dan Pemulihan Pasar

Meski dilanda krisis kepemimpinan, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda rebound pada penutupan Jumat (30/1). Penunjukan Friderica Widyasari—yang dikenal vokal dalam pelindungan konsumen dan edukasi—diharapkan mampu membawa angin segar dalam berkomunikasi dengan investor global dan lembaga indeks internasional seperti MSCI.

OJK memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan tetap berjalan optimal. Tugas berat kini menanti tim pengganti: Membuktikan kepada dunia bahwa pasar modal Indonesia bisa transparan sebelum tenggat waktu Mei 2026 tiba.

 

Analisis Receh.in: Mundurnya Mahendra Siregar adalah sinyal bahwa pemerintah dan regulator menganggap masalah MSCI ini sebagai isu sangat serius yang membutuhkan "pertanggungjawaban" besar. Restrukturisasi ini diharapkan bukan sekadar ganti nama, melainkan perbaikan sistem data kepemilikan saham yang benar-benar andal di mata asing.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar