Ticker

4/recent/ticker-posts

IHSG Lumpuh, Bursa Tekan Tombol Trading Halt Dua Hari Berturut-turut!

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Receh.in – Pasar modal Indonesia memasuki fase kritis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkapar dan memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt pada pembukaan pasar Kamis pagi (29/1/2026).

  • Posisi Indeks: Anjlok 8% ke level 7.654,66.
  • Statistik Saham: 694 saham rontok, hanya 34 saham menguat, dan 230 saham stagnan.
  • Volume Transaksi: Rp10,78 triliun dalam waktu singkat dengan melibatkan 12,07 miliar saham.

 

Penyebab Utama: Vonis "Underweight" Goldman Sachs

Sentimen negatif kian memuncak setelah raksasa perbankan investasi Goldman Sachs resmi memangkas peringkat saham Indonesia menjadi "Underweight". Langkah ini menyusul peringatan keras dari indeks global MSCI terkait persoalan struktural di bursa domestik.

Goldman Sachs memprediksi arus keluar modal asing atau passive selling masih akan berlanjut. Analis mereka menilai ketidakjelasan data free float (saham publik) dan struktur kepemilikan emiten di Indonesia menjadi beban berat (overhang) yang menghambat kinerja pasar ke depan.

Kepanikan pasar pagi ini merupakan akumulasi dari "Rabu Berdarah" (28/1) kemarin, di mana asing mencatatkan net sell jumbo sebesar Rp6,17 triliun. Investor global, melalui MSCI, menyoroti bahwa kategori pemegang saham korporasi di Indonesia tidak cukup andal untuk mendukung kelayakan investasi.

 

Respon Pemerintah & Otoritas

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk segera melakukan evaluasi total sesuai standar global.

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengakui adanya perbedaan metodologi antara pihak bursa dan MSCI. "Free float yang diminta datanya membutuhkan waktu. Dokumen pengembangan kami memang belum sepenuhnya sesuai metodologi mereka," ungkapnya. Pihak bursa berkilah bahwa banyak korporasi di Indonesia berperan sebagai trader aktif, bukan pemegang saham strategis, yang sering disalahartikan oleh pihak asing.

Hingga berita ini diturunkan, pasar masih dalam status halt (beku) selama 30 menit untuk meredam panic selling. Para analis memperingatkan bahwa jika level support di kisaran 7.500 jebol, IHSG berpotensi masuk ke fase bearish jangka panjang.

Analisis untuk Anda: Kondisi ini adalah ujian likuiditas terbesar bagi bursa dalam setahun terakhir. Fokus utama pasar saat ini adalah menunggu langkah konkret OJK untuk memvalidasi data free float guna menenangkan kekhawatiran MSCI dan Goldman Sachs.

 

Posting Komentar

0 Komentar